Sponsor

PRINSIP PERSATUAN DALAM KEBERAGAMAN SUKU, AGAMA, RAS, DAN ANTARGOLONGAN (SARA), SOSIAL, BUDAYA, EKONOMI, DAN GENDER DALAM BINGKAI BHINNEKA TUNGGAL IKA (PPKN Kelas 9, 10 Januari 2022)

 

A. Keberagaman Masyarakat dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika

1. Makna Bhinneka Tunggal Ika
Berdasarkan Wikipedia Bahasa Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika adalah moto atau semboyan Indonesia. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuna dan seringkali diterjemahkan dengan kalimat “Berbeda-beda tetapi tetap satu”. Jika diterjemahkan per patah kata, kata bhinneka berarti "beraneka ragam" atau berbeda-beda. Kata neka dalam bahasa Sanskerta berarti "macam" dan menjadi pembentuk kata "aneka" dalam Bahasa Indonesia. Kata tunggal berarti "satu". Kataika berarti "itu". 

Secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan "Beraneka Satu Itu", yang bermakna meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan. 

Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.

Bhinneka Tunggal Ika terdapat dalam  Garuda Pancasila   sebagai Lambang Negara Republik Indonesia. 

Lambang negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika  Lambang negara Indonesia berbentuk burung Garuda yang kepalanya menoleh ke sebelah kanan (dari sudut pandang Garuda), perisai berbentuk menyerupai jantung yang digantung dengan rantai pada leher Garuda, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti “Berbeda-beda tetapi tetap satu” ditulis di atas pita yang dicengkeram oleh Garuda. 

Lambang ini dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak, yang kemudian disempurnakan oleh Presiden Soekarno dan diresmikan pemakaiannya sebagai lambang negara pertama kali pada Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat tanggal 11 Februari 1950. 

Penggunaan lambang negara diatur dalam UUD 1945 pasal 36A dan UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. (LN 2009 Nomor 109, TLN 5035). Sebelumnya lambang negara diatur dalam Konstitusi RIS, UUD Sementara 1950, dan Peraturan Pemerintah No. 43/1958. 

Dalam UUD NRI 1945, Pasal 36 A, tertulis Lambang Negara Ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, sedangkan Pasal 36 B: Lagu Kebangsaaan ialah Indonesia Raya. 

Menurut risalah sidang MPR tahun 2000, bahwa masuknya ketentuan mengenai lambang negara dan lagu kebangsaan kedalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 yang melengkapi pengaturan mengenai bendera negara dan bahasa negara yang telah ada sebelumnya merupakan ikhtiar untuk memperkukuh kedudukan dan makna atribut kenegaraan ditengah kehidupan global dan hubungan internasional yang terus berubah.

Dengan kata lain, kendatipun atribut itu tampaknya simbolis, hal tersebut tetap penting, karena menunjukkan identitas dan kedaulatan suatu negara dalam pergaulan internasional. Atribut kenegaraan itu menjadi simbol pemersatu seluruh bangsa Indonesia ditengah perubahan dunia yang tidak jarang berpotensi mengancam keutuhan dan kebersamaan sebuah negara dan bangsa tak terkecuali bangsa dan negara Indonesia.

Kalimat Bhinneka Tunggal Ika terdapat dalam buku Sutasoma, karangan Mpu Tantular pada masa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14. Dalam buku Sutasoma (Purudasanta), pengertian Bhinneka Tunggal Ika lebih ditekankan pada perbedaan bidang kepercayaan juga keanekaragam agama dan kepercayaan di kalangan masyarakat Majapahit

Secara harfiah pengertian Bhinneka Tunggal Ika adalah Berbeda-beda tetapi Satu Itu.  Adapun makna Bhinneka Tunggal Ika  adalah  meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan

Kata Bhineka Tunggal Ika dapat pula dimakna bahwa  meskipun bangsa dan negara Indonesia terdiri atas beraneka ragam suku bangsa yang memiliki kebudayaan dan adat-istiadat yang bermacam-macam serta beraneka ragam kepulauan wilayah negara Indonesia namun keseluruhannya itu merupakan suatu persatuan yaitu bangsa dan negara Indonesia. Keanekaragaman tersebut bukanlah merupakan perbedaan yang bertentangan namun justru keanekaragaman itu bersatu dalam satu sintesa yang pada gilirannya justru memperkaya sifat dan makna persatuan bangsa dan negara Indonesia.

Bagi bangsa Indonesia semboyan Bhineka Tunggal Ika merupakan dasar untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan Indonesia. Perwujudan semboyan Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari dilakukan dengan cara hidup saling menghargai antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya tanpa memandang suku bangsa,agama,bahasa,adat istiadat, warna kulit dan lain-lain. Seperti di ketahui Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari beribu-ribu pulau dimana setiap daerah memiliki adat istiadat,bahasa,aturan,kebiasaan dan lain-lain yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya tanpa adanya kesadaran sikap untuk menjaga Bhineka tunggal Ika pastinya akan terjadi berbagai kekacauan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika kita harus membuang jauh-jauh sikap mementingkana dirinya sendiri atau daerahnya sendiri tanpa perduli kepentngan bersama. Bila hal tersebut terjadi pastinya negara kita ini akan terpecah belah.Oleh sebab itu marilah kita jaga bhineka tunggal ika dengan sebaik-baiknya agar persatuan bangsa dan negara Indonesia tetap terjaga

Untuk Tugas, silahkan Unduh Soal dibawah ini!
Unduh Soal                                               


Posting Komentar

77 Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum pak
    Nama=Ahmad Tata Dinata Sakti
    Kelas=8a
    Hadir pak

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum pak
    Nama: Dewi Nur Salsabila
    Kelas:8b
    Hadirr pak

    BalasHapus
  4. Nama:Ciersa Arum Maulida
    Kelas:8a
    Hadir pak

    BalasHapus
  5. assalamu'alaikum pak
    nama : Hasna safitri
    kelas : 8c
    hadir pak

    BalasHapus
  6. Assalamualaikum
    Nama: Ardian Nur Hidayat
    Kelas:8A
    Hadir pak

    BalasHapus
  7. Assalamualaikum pak
    Nama: Atikah Zahrah
    Kelas: 8C
    Hadir pak

    BalasHapus
  8. assalamu'alaikum pak
    Nama:Nila safitri suryadi
    kls:8A
    hadir pak

    BalasHapus
  9. Assalamualaikum pak
    Nama: fandrian cahaya anugrah
    Kelas:8c
    Hadir pak

    BalasHapus
  10. Assalamualaikum pak
    Nama: Vicky Adrian Dwi Saputra
    Kls:8C
    Hadir pak

    BalasHapus
  11. Hana Fathiyah Rifdah, IX B Hadir

    BalasHapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  13. Sekar Maulia Trisna Pangestu
    IX C,, hadir

    BalasHapus
  14. Farah rahma calista IX D hadir

    BalasHapus
  15. Muhammad Fathir Bachtiar10 Januari 2022 pukul 08.28

    Muhammad Fathir Bachtiar
    Kelas 9b
    Hadir

    BalasHapus
  16. Mohon maaf, yg kelas 8 tidak perlu mengerjakan ya. Ini kelas ix

    BalasHapus
  17. Nafisah Diya Priyadi IXD hadir

    BalasHapus
  18. M Iwan fitra sejati 1XD HADIR

    BalasHapus
  19. Nama : Fadly Wira Pangestu
    Kelas : 9A
    Hadir

    BalasHapus
  20. Akhsanu amala setiadi IXB hadir

    BalasHapus
  21. Albert Hasudungan
    Kelas lX C hadir

    BalasHapus
  22. Ridho Julian halim kelas 9d
    Hadir

    BalasHapus
  23. Vinsensius Dwi Ananta IXC
    Hadir

    BalasHapus
  24. Paula Vannesa Cristine, lX C hadir pak

    BalasHapus
  25. Azza Septina Sari IX A hardir

    BalasHapus
  26. Moehamad Farel Dimas Pamungkas IX A hadir

    BalasHapus
  27. Cicilia Cahyani Crista Viva IXC hadir

    BalasHapus
  28. muthia Arinditha puteri
    9d
    hadir pak

    BalasHapus
  29. Muhammad Rafif Irsyad
    IX C HADIR

    BalasHapus
  30. nur septia rahma arfitra 9d hadir

    BalasHapus

SILAHKAN TULIS KOMENTAR KAMU DISINI