PETUNJUK :
- BACA DAN PAHAMI CERITA PENDEK TENTANG KEBERAGAMAN DI INDONESIA YANG ADA DIBAWAH INI
- RINGKAS CERITA TERSEBUT MENJADI SEBUAH MATERI PELAJARAN KEBERAGAMAN BUDAYA (PADA BUKU CATATAN)
- JIKA SUDAH SELESAI MERINGKAS MATERI, TUNJUKAN CATATAN PADA GURU, LALU MINTA LKPD
- KERJAKAN TUGAS LKPD DAN KUMPULKAN HASILNYA
Di kelas, Pak Rico membuka pelajaran PPKN dengan satu kalimat sederhana : “Anak-anak, Indonesia itu bukan hasil
fotokopi.” Lalu beliau menggambar peta Indonesia di papan tulis. “Dari Sabang
sampai Merauke, isinya bukan cuma satu warna.”
Di Aceh ada tari Saman, di Bali ada
upacara adat yang sakral, di Jawa ada wayang, di Papua ada rumah Honai. Bahasa
daerahnya ratusan. Makanannya? Jangan ditanya. Dari rendang sampai papeda,
semua punya rasa khas. Untungnya, walau berbeda-beda, namun kalau upacara
bendera, kita semua tetap berdiri tegak saat lagu Indonesia Raya dinyanyikan.
Pak Rico kembali berkata, “Kalau semua
orang sama persis, dunia ini membosankan. Bayangkan kalau seluruh Indonesia
cuma punya satu tarian. Tiap acara pentas seni isinya itu-itu saja. Bisa
ngantuk massal.”
Keberagaman budaya muncul karena
perbedaan suku, agama, kondisi alam, sejarah, dan pengaruh bangsa lain. Tapi
perbedaan itu bukan buat saling merasa paling hebat. Justru dari situ kita
belajar toleransi, saling menghargai, dan bangga sebagai bangsa besar.
Masalah muncul kalau keberagaman dipakai
buat bahan ejekan. Merasa budaya sendiri paling keren, yang lain dianggap aneh.
Padahal semboyan negara kita jelas: Bhinneka Tunggal Ika — berbeda-beda tetapi
tetap satu.
Jadi, menjadi anak Indonesia itu jangan
cuma hafal nama tarian. Harus paham maknanya: menghargai, menjaga, dan
melestarikan budaya sendiri maupun orang lain. Karena kalau bukan kita yang
jaga, siapa lagi?
Berdasarkan Cerita Pendek diatas, silahkan kerjakan LKPD secara individual

0 Komentar
SILAHKAN TULIS KOMENTAR KAMU DISINI