Sponsor

KEBERAGAMAN BUDAYA INDONESIA ITU SEPERTI NASI PADANG—RAMAI LAUKNYA, TAPI TETAP SATU MEJA

PETUNJUK :

  1. BACA DAN PAHAMI CERITA PENDEK TENTANG KEBERAGAMAN DI INDONESIA YANG ADA DIBAWAH INI
  2. RINGKAS CERITA TERSEBUT MENJADI SEBUAH MATERI PELAJARAN KEBERAGAMAN BUDAYA (PADA BUKU CATATAN)
  3. JIKA SUDAH SELESAI MERINGKAS MATERI, TUNJUKAN CATATAN PADA GURU, LALU MINTA LKPD
  4. KERJAKAN TUGAS LKPD DAN KUMPULKAN HASILNYA

Di kelas, Pak Rico membuka pelajaran PPKN dengan satu kalimat sederhana : “Anak-anak, Indonesia itu bukan hasil fotokopi.” Lalu beliau menggambar peta Indonesia di papan tulis. “Dari Sabang sampai Merauke, isinya bukan cuma satu warna.”

 

Di Aceh ada tari Saman, di Bali ada upacara adat yang sakral, di Jawa ada wayang, di Papua ada rumah Honai. Bahasa daerahnya ratusan. Makanannya? Jangan ditanya. Dari rendang sampai papeda, semua punya rasa khas. Untungnya, walau berbeda-beda, namun kalau upacara bendera, kita semua tetap berdiri tegak saat lagu Indonesia Raya dinyanyikan.

 

Pak Rico kembali berkata, “Kalau semua orang sama persis, dunia ini membosankan. Bayangkan kalau seluruh Indonesia cuma punya satu tarian. Tiap acara pentas seni isinya itu-itu saja. Bisa ngantuk massal.”

 

Keberagaman budaya muncul karena perbedaan suku, agama, kondisi alam, sejarah, dan pengaruh bangsa lain. Tapi perbedaan itu bukan buat saling merasa paling hebat. Justru dari situ kita belajar toleransi, saling menghargai, dan bangga sebagai bangsa besar.

 

Masalah muncul kalau keberagaman dipakai buat bahan ejekan. Merasa budaya sendiri paling keren, yang lain dianggap aneh. Padahal semboyan negara kita jelas: Bhinneka Tunggal Ika — berbeda-beda tetapi tetap satu.


*******

Jadi, menjadi anak Indonesia itu jangan cuma hafal nama tarian. Harus paham maknanya: menghargai, menjaga, dan melestarikan budaya sendiri maupun orang lain. Karena kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi?

 

Berdasarkan Cerita Pendek diatas, silahkan kerjakan LKPD secara individual 


Posting Komentar

0 Komentar